Syarat Penting yang Harus Dipenuhi Jika Ingin Berqurban

Ada beberapa syarat penting yang harus dipenuhi jika ingin berqurban, namun banyak orang yang tidak mau mempelajarinya. Yuk simak selengkapnya, agar qurban yang kita lakukan sah dan diterima.

Sahabat, Idul Adha merupakan hari raya istimewa bagi umat Islam, tidak hanya bagi yang sedang melaksanakan ibadah haji, tapi juga bagi umat Islam seluruh dunia, Mengapa demikian? Karena salah satunya ada ibadah qurban yang dilakukan bertepatan dengan ibadah haji.

Tahukah Sahabat bahwa ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi jika kita ingin berqurban? Bukan hanya syarat bagi sang pequrban, tapi juga syarat hewan qurbannya, kedua-duanya sama-sama perlu diperhatikan.

Apa sajakah persyaratan agar qurban yang dilakukan sah dan diterima oleh Allah. Berikut ini 4 syarat yang harus dipenuhi bagi orang yang akan berqurban:

1. Muslim

Seorang yang berqurban haruslah beragama Islam (muslim), karena seorang non muslim tidaklah berkewajiban untuk melakukan qurban sekalipun memiliki harta kekayaan berlimpah.

Sebaliknya, seorang muslim yang Allah anugerahkan harta kekayaan kepadanya sangat dianjurkan untuk berqurban dengan hewan qurban terbaik.

“Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berqurban, makan jangan sekali-kali mendekat ke tempat sholat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

2. Baligh

Syarat selanjutnya seorang pequrban adalah telah berusia baligh. Meskipun kaya raya dan beragama Islam, namun seorang anak yang belum berusia baligh tidak perlu berqurban. Orangtuanya pun tidak perlu membelikan hewan qurban atas nama anak tersebut.

3. Berakal

Syarat selanjutnya adalah berakal. Seseorang yang kehilangan akal sehatnya, meskipun beragama Islam dan berusia baligh, tetap tidak perlu berqurban. 

4. Mampu

Yang dimaksud dengan mampu berqurban adalah memiliki keleluasaan secara finansial.

Orang yang miskin atau dhuafa tidak perlu berqurban, bahkan justru seharusnya menjasi penerima daging qurban.

Akan tetapi, dengan niat kuat, saat ini banyak kita saksikan sendiri betapa orang yang secara finansial tidak mampu, namun dengan tekad membaja, bisa turut membeli hewan qurban dengan menyisihkan sebagian rezeki yang Allah berikan.

Semoga hal ini mampu mencambuk semangat para muslim lainnya, bahwasanya untuk berqurban dibutuhkan niat kuat, bahkan seorang pemulung pun bisa membuktikan bahwa ia mampu membeli hewan qurban setelah bertahun-tahun menabung Rp 2000/hari.

Selanjutnya, bukan hanya perlu memperhatikan syarat pequrban, namun juga penting memenuhi syarat hewan yang akan dipilih sebagai hewan qurban. Cek yuk syarat selengkapnya berikut ini:

1. Jenis hewan qurban

Hewan yang bisa dijadikan sebagai hewan qurban adalah hewan ternak berkaki empat, jadi tidak bisa berqurban dengan ayam atau bebek ya.

Hewan yang umum dijadikan hewan qurban adalah sapi, kambing, domba, dan juga unta. 

2. Usia hewan qurban

Selain jenis hewan qurban, ada juga persyaratan minimal usia hewan ternak yang menjadi hewan qurban. Syariat telah menentukannya antara lain sebagai berikut:

-Unta minimal berusia lima tahun dan telah masuk tahun keenam.
– Sapi minimal berusia dua tahun dan telah masuk tahun ke-tiga
– Domba berusia satu tahun atau minimal berusia enam bulan bagi yang sulit mendapatkan domba berusia satu tahun.

– Kambing minimal berusia satu tahun dan telah masuk tahun ke-dua.

Jelas bahwa tidak bisa menjadikan hewan ternak yang masih sangat muda (bayi) untuk menjadi hewan qurban. 

3. Sehat

Dilarang memilih hewan yang memiliki kondisi tubuh cacat sebagai hewan qurban, misalnya: Buta sebelah, sakit, pincang, sangat kurus dan tidak mempunyai sumsum tulang. 

Sebaliknya, pilihlah hewan qurban yang sehat dengan bobot terbaik agar bisa dinikmati oleh lebih banyak masyarakat.

4. Kepemilikan hewan

Hewan ternak boleh dijadikan hewan qurban apabila milik sendiri, atau dibeli secara sah. Tidak diterima hewan qurban yang diperoleh dari hasil curian, atau dibeli padahal hewan tersebut berstatus hewan yang digadai.

5. Boleh hewan ternak jantan maupun betina

“Dan diperbolehkan dalam berkurban dengan hewan jantan maupun betina. Sebagaimana mengacu pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Kuraz dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau pernah bersabda “(aqiqah) untuk anak laki-laki adalah dua kambing dan untuk perempuan satu kambing. Baik berjenis kelamin jantan atau betina, tidak masalah.” (Lihat: An-Nawawi, al-Majmū’ Syarḥ Muhazzab, Beirut: Dār al-Fikr, tt., j. 8, h. 392)

6. Waktu penyembelihan

Penyembelihan hewan kurban harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syari’at. Menurut Ibnu Rusyd dari Madzhab Maliki didukung oleh Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah, dan Imam lainnya, penyembelihan dilakukan setelah shalat Idul Adha.

Dan batas akhir penyembelihan hewan kurban adalah terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah. Sedangkan menurut Madzhab Syafii adalah 4 hari setelah Idul Adha.

Demikianlah persyaratan yang perlu dipenuhi dalam berqurban, semoga bermanfaat.

====

Yuk ikutan berqurban untuk keluarga santri Yatim Seribu Pulau, klik DISINI

Leave a Comment